Friday, November 24, 2006

Turning Point


Giving up…

Let it go…

Let it flow…




Got to slow down

Enjoy every step

Every breath that I catch




The time when you pull out the brake

It’s the time when you wanna turn around

And go…

I know…




But now I understand

And accept it, I can

With a wide smile ‘till the end




I’ve reach my turning point.




- Goddess -

10 comments:

Simulacra said...

Kenapa harus berbalik arah ketika bertemu dengan jalan buntu atau tembok penghalang?

Tidakkah kamu mampu menerobos untuk membuat jalan terusannya atau menggunakan palu yang luar biasa besarnya untuk menjebol tembok yang menghalangi langkah maju ke depan-mu? :)

Kalau tidak mampu atau tidak punya palu, masih ada cara lain yaitu, berjalanlah sejajar ke arah kiri atau kanan dari jalan buntu tersebut hingga kamu menemukan sebuah medan yang menurut perhitunganmu mampu untuk kamu jadikan jalan atau kamu bisa mencari ke kiri atau kanan tembok hingga kamu dapat menemukan bagian dari tembok tersebut yang bisa kamu jebol dengan menggunakan tangan kosong..

Jangan sampai jalan buntu atau sebuah tembok menghalangi langkah yang sudah kamu pikirkan dan pertimbangkan dengan menghitung kemampuan dan keinginan..

Goddess said...

The problem is...On Second Thought, I think that road is not mine to go through. Mungkin memang jalan itu bukan yang seharusnya aku lewati, temboknya terlalu tinggi, tikungannya terlalu tajam. Bukan cari aman, tapi namanya gambling untuk sesuatu yang blm tentu worth to try..So, aku kayanya udah sampe ke turning point. That roads remains a mystery for me..Still

Simulacra said...

Mmm....

Maaf-in ya kalau seandainya aku terkesan mengguruimu..

Aku tidak bermaksud seperti itu..

Simulacra said...

Mmm....

Maaf-in ya kalau seandainya aku terkesan mengguruimu..

Aku tidak bermaksud seperti itu..

Tambahan Simulacra said...

Oh ya, aku sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan, mungkin ke depan aku tidak bisa terlalu sering mengganggu kamu disini..

Tapi aku akan mengusahakan pada setiap kesempatan yang aku punya untuk mengganggu-mu.. Kekekekekeke.. ;P

Goddess said...

:D Wuih, aku ngga pernah merasa digurui kok! Tau ga, pas kamu ngomong gitu, aku pikir aku akan coba manjat tu "tembok" peghalang.. Coba ngasah ulang kemampuan manjat pohon mangga tetangga dulu, sapa tau masih gape, hahahaha...

Wow, congrats!! Kerja dimana&bagian apa? Bulan depan justru aku udah ga kerja lg, so aku juga bakal ga sesering dulu "treak-treak" di blogger,hehehe...

Hmm..but dun forget to keep bothering me on the next days, i never mind to be bothered *grin*

;p

Simulacra said...

Ok ok... kalau tidak merasa digurui jangan jadi emosi dong.. sampai manjat pohon tetangga..
Apa lagi udah mulai musim hujan begini, kamu bisa disamber geledek nanti :P

Aku bekerja pada sebuah perusahaan swasta asing di bidang telekomunikasi, kemungkinan bulan depan aku ditempatkan di Batam.

Kamu sendiri kenapa berhenti bekerja? Kan, banyak yang susah cari kerja, kamu kok justru keluar? Mmm....

Goddess said...

Ooo...g'luck for ur new position..Moga2 rejekinya lebih lancar,Amin..

Hmm, aku kan kerja sambil kuliah, kebetulan semester depan aku (Insya Allah) udah mulai skripsi. So aku pikir ngga mungkin deh kerja kantoran 9-5 sementara hrs ngejar2 dosen pembimbing. Trus prospek kerjaan ku yang sekarang emang kurang aja, soalnya itungannya aku ngebantuin, bukan kerja (Di perusahaan punya temen gitu).

Ditambah fisik ku ga terlalu bagus akhir2 ini (aku rasa pengaruh cuaca pondok gede yang emang ngga banget ini). jadi besok2 coba cari kerja di tempat yang lebih "manusiawi" aja,hehehe...

Simulacra said...

Mmmm... jadi kamu mau fokus ke skripsi dulu ya?

Kalau boleh tahu kamu ambil major apa?

Goddess said...

Aku ngambil PR