Thursday, July 24, 2008

MYOFB!!!


Okay, here we go…

Sebenernya ini masalah yang begitu umumnya di rasakan kebanyakan orang; berkonflik dengan teman sendiri. Gw sendiri pun belum lama ini ngerasain hal itu. Gw sempet ribut besar sama sahabat gw sendiri. Keadaan yag keruh itu makin di perparah dengan masuknya orang-orang [baca: Anjing-anjing.red] kudisan yang coba ambil kesempatan untuk hancurin hidup gw lebih jauh dengan memanfaatkan situasi dimana gw sedang “bertarung” dengan sahabat gw itu, let’s say lah bahasa halusnya adu domba. Entah apa yang mereka cari dari kondisi itu, bahkan kalo mau gw tela’ah lagi, gw ngga melihat ada keuntungan secuil pun dari sikap berbahagia diatas penderitaan orang lain [baca: schadenfreude.red] kecuali kalo anjing-anjing itu menderita penyakit imbisil yang akut, they’re hopeless then.

Bicara soal mengendus-endus urusan orang lain yang bukan kepentingannya, saat ini selain gw ada juga beberapa temen gw yang mengalami hal yang kurang lebih serupa sama gw. She is just like me; a single fighter against some stinky lil bitches who spread stinky smells every space they are at. Padahal kita ngga pernah sentil-sentil urusan mereka [hellooo, like I care either? I have TONS of another useful business than making a MOCKING NICKNAME – for EXAMPLE – to people I hate just for a hilarious intermezzo in the midst of lunch time with my babes], padahal kita ngga pernah peduli apa yang mereka lakukan [Untukmu urusanmu, untukku urusanku. Bukankah dunia akan lebih indah seperti itu daripada dipenuhi oleh sekumpulan anjing-anjing sok perhatian satu sama lain demi merengguk lebih banyak celah untuk mereka tertawakan di belakang punggung dengan bisikan dan cekikikan bau mulut mereka?], padahal kita tau ngga ada satu profit pun yang bisa diambil dari bergosip ria sampe mulut berbusa [sori deh, gw mending liat pelacur menjual diri dibandingin ngeliat segerombolan anjing-anjing mengendus-endus urusan orang lain dengan mengais-ngais sebanyak mungkin tempat sampah yang bisa mereka temukan. Ketauan melacur dapet duit, ngegosip dapet apa?], tapi kenapa ya, yang namanya habit membicarakan orang lain itu ngga pernah berkurang? Let’s not talking about erase the habit, it’s equal with you hoping Heath Ledger to live up from his grave again, healthily. Setidaknya, mereka pasti pernah kan ngerasain gimana kalau semua orang memojokkan mereka untuk sesuatu yang sebenernya ngga mereka lakukan. Liat deh sekarang betapa kasiannya Zaskia Mecca, dihujat sana-sini hanya karena ada satu anjing gila yang ambil foto dia diem-diem [stinky coward, eh?] waktu dia ngerokok di sela-sela syuting. Hey, get real man, she bought the cigar w/ her own fucking money, she didn’t borrow yours either. So what if she smokes? I smoke too. You got problem w/ that? If so, tell me your number and I’ll arrange the date of the battle! Atau contoh lainnya, apa urusannya kalau gw balik lagi deket sama oang yang dulu pernah ribut sama gw? Apa urusannya kalo gw bisa rekonsiliasi relationship gw dengan dia dan mulai menjalin yang baru? Sirik? Iri? Dengki? Atau sekedar jealous karena anjing-anjing kudisan itu ngga bisa berbuat hal yang sama kaya gw? [Ya iyalaaah, mana ada sih yang bisa nyamain Iwed? Wakakakakak….].

Itu intinya, selama apa yang kita lakuin ngga ngerugiin orang lain, selama ini sah-sah aja, selama ini ngga melanggar hukum, apa gunanya sih anjing-anjing kudisan bersusah payah menyisihkan waktu [berharga??] mereka mengendus urusan orang? Like you don’t have a life to run… As for now, I heavily doubt that. Dari mulai yang masih single sampe yang udah merit, sampe yang lagi hamil [Duh, amit-amiiit… Ngga takut ya mba karma nya jatuh ke janinmu?], bahkan sampe yang udah beranak-pinak [Nah ini baru yang paling ngga tau diri. Ketauan kalo single waktunya masih lebih lowong, kalo udah beranak coba? Anak loe mau tiap hari dikasih makan suguhan infotainment?].

Hey, life is more beautiful than you know. I curse a lot at work, I curse anything from my never-ending work till my irritating colleagues. But I never spend my day busy wondering what’s new in other’s life? Who’s the victim of today’s-sniffing-other’s-business topic or what will be the funniest nickname to him/her so people won’t notice whom we’re actually talking when we’re gossiping him/her?

Sometimes… No, I mean most of the times reality can be the biggest strike to put those smelly dogs get back to earth. Dunia berputar Pe! Saat ini bisa jadi anjing-anjing itu ada diatas angin, berputar-putar melayang membuntuti mangsa-mangsa nya seperti unwanted spooky shadows. But once reality hits you down, hohoho…

“WELCOME TO THE REAL LIFE, BITCHES!”

So… I’m not a wise nor a polite person. I harsh, I rude and I speak spontaneous cursings. I cannot give you good advice as I also won’t spend my precious time reminding some brainless shitheads like you. Perhaps I just can say

MYOFB !!!!

That’s all for today, ladies [baca: Doggies.red]. Enjoy sniffing my business if you feel really irritated by this writing of mine. I’m sure you’re now starting to think of getting me even. I’ll let you have the best news of mine that you could sniff. Coz I’m cool… As always.

*ROFLMAO

~G~

PS -->> This writing is also dedicated to one of my best colleagues. Buat elo Cong, keep smiling ya no matter what those bitches say shit about you. They are just bunch of the incapables, inside and outside.

^___^

No comments: