Monday, March 12, 2012

Aksi Damai #IndonesiaTanpaJIL








Kado kecil kami untuk #mereka


Salam 'alaikum :)

Gue mau cerita sedikit (padahal bo'ong, ngga sedikit) *berdehem*

Jadi singkat cerita, beberapa tahun yang lalu gue adalah orang yang meyakini Allah SWT namun tidak meyakini agama. Dulu gue merasa semua agama, tanpa terkecuali, sudah dikotori oleh campur tangan manusia. Jadi, sekarang sudah tidak ada lagi agama yang murni.

Ya. Itu gue dulu. Asik ye pemikiran gue? Macam intelek begituh :D

Apakah gue dulu salat 5 waktu?
Pasti.

Puasa?
Yo'eeh ma brooh!

Zakat?
Karena dulu masih dibiayain ortu. Zakat pun nebeng sama ortu (aheey..)

Baca Qur'an?
Eitts, ngeledek. 4 x khatam neeeh!

Baca doa setiap sebelum melakukan aktivitas?
Minimal Bismillah. Pasti!

Mengakui Allah SWT sebagai satu2nya Tuhan Semesta Alam?
No doubt.

Meneladani Rasulullah SAW?
Inshallah selalu ingin mengikuti teladan beliau

Lah terus, knape loe ngga percaya agama? Semua yang loe jalanin jelas2 sama dengan ajaran agama loe kok, Wed?
Errr... *krik krik krik* (sukses ngga bisa jawab).

Biasanya dalam keadaan terpojok gue akan menjawab dengan kata-kata sakti, "Tapi tetep menurut gue, ngga ada tuh ajaran agama yang murni sekarang! Islam aja udah terbagi-bagi. Ada NU, MUI, sampe Ahmadiyah segala!". Biasanya habis itu, gue ngerasa menang debat. Cieeeh... *tepuk tangan*

Anyway, berlanjut saat sekitar tahun 2003, dari selebaran yang ditempel di musholla kampus, gue membaca satu selebaran yang isinya kurang lebih begini,

Bersihkan hati, jauhkan diri kita dari kesesatan JIL !!

Errr... JIILL... bab? Jilbab sesat begituh maksudnyah?
Dan loe pikir loe ghaol, Wed? *garuk-garuk aspal*

Salah satu temen gue juga baca, doi pun melempar komen, "Cuma orang ngga bahagia sama hidupnya yang ikut-ikutan JIL". Eh eh eh, JIL pa'an sik? Gue ngerasa ngga happening nih kaga tau JIL!

Sakit hati karena blom sah jadi anak gaul, gue pun ke warnet & browsing2 tentang JIL. Konyolnya, waktu ngetik "JIL" di Google, hints yang keluar adalah "jilbab". *Tuh kan! Gue kate juga ape!*. Masih ngga puas, gue ketik "Kepanjangan JIL" di Google, dan keluarlah apa yang gue cari.

JARINGAN ISLAM LIBERAL

Nah. Gue sah jadi anak ghaol !! *tepuk tangan*

Ketikan  di Oom Gugel selanjutnya adalah "Jaringan Islam Liberal", dan weitss... terpampang di list pertama hasil pencarian, web bernama islamlib.com. Setelah gue klik linknya, gambar yang terpampang didepan muka gue selanjutnya membuat gue terkesiap


Dengan Nama Allah
Tuhan Pengasih
Tuhan Penyayang
TUHAN SEGALA AGAMA????

*sepersekian detik ceritanya Iwed nganga*

Apaan nih tagline begini? Dari awal gue baca bagian depannya, gue udah merasa ada yang super ganjil dari JIL ini *eh, serirama loh*. Setelah gue klik kedalam, tuntaslah sudah rasa penasaran gue sama JIL ini. Astaghfirullahaladzim... Bagaimana bisa ada sekumpulan orang yang dengan pede jaya-nya ngobrak-ngabrik konsepsi Islam yang sebenarnya jadi sebegini sesat, sebegini bodoh dan sebegini BARAT??

Islam bukan agama Arab, apalagi agama Barat. Islam ya agama Allah SWT yang diturunkan sudah dalam bentuk sempurna. Apalagi yang perlu ditela'ah dari kebenaran Al-Qur'an? Apalagi yang perlu dipertanyakan dari keberadaan Rasulullah SAW sebagai Nabi Penutup? Apalagi yang perlu dirombak dari Islam?

Dan gue pun terdiam. Merasa tertampar dan tertonjok di ulu hati dalam-dalam.

Gue yang ngga percaya agama waktu itu, sakit hati luar biasa liat web page JIL. Apakah gue bener-bener ngga percaya agama, atau itu hanya refleksi ketidaksukaan gue pada hipokrit2 sok agamais yang malah membuat agama menjadi jelek & jadi kambing hitam saja?

Merasa masih ada sisa penasaran sedikit, gue pun nanya2 sama temen2 yang ikutan rohis kampus *ketauan Iwed kaga ikutan Rohis ya Wed, malah ngeband? Khan maenn!* seputar JIL. Jawaban yang gue dapet dari pertanyaan2 gue malah membuat gue makin benci dengan JIL, bahkan melebihi benci gue ke Ahmadiyah.

Semua pemahaman Sepilis (Sekulerisme, Pluralisme & Liberalisme) Barat ditumpahkan, dicampur adukkan sama ajaran-ajaran Islam [Tentang konsep Liberalisasi, Leberalisme, Sekularisasi, Sekulerisme & Pluralisasi silakan browsing di internet. Udah banyak kok. Intinya konsep2 itu timbul dari "trauma agama" karena kekejaman otoritas gereja Katolik pimpinan Paus di abad pertengahan yang membuat semua aspek politik, ekonomi, sosial di"putus"kan kaitannya dengan agama karena dianggap menginjak2 HAM]. Semua hal tidak ada yang salah / benar, semua kebenaran di Islam menjadi relatif & patut dipertanyakan. Semua sejarah yang telah tertulis di Al Qur'an dianggap membuntukan pola pikir manusia & mencegah manusia mengembangkan diri karena tidak ada bantahan akan kebenaran kitab suci. Semua yang haram menjadi halal, yang halal menjadi haram. Semua itu atas dasar kata bernama TOLERANSI & INTELEKTUALITAS!

Mashallah... :(

Pulang ke kosan dalam keadaan sedih banget gue waktu itu. Masih ngga habis pikir ada orang yang bisa lebih sombong, lebih berani daripada Iblis yang sebenarnya dalam menyekutukan Allah SWT *woy, iblis karbitan aje sombhuong loe. Kentutin niiiih!*, menghina kitab Allah SWT & menghina utusan Allah SWT.

Sejak saat itu, profil gue di Facebook yang tadinya di religion section gue bilang "Percaya Allah SWT tapi tidak percaya agama" gue ubah menjadi "100% Muslim". JIL bukannya membuat pikiran gue yang tadinya udah diujung jurang kesesatan liberal jadi makin sesat, malah buat gue sadar selama ini kalau pemikiran-pemikiran sidestream belum tentu lebih baik & lebih intelek. Kadang atas nama intelektualitas, kita malah bisa menjual agama kita kepada kebathilan. Naudzubillah min dzalik, semoga gue ngga termasuk dalam golongan orang2 merugi...

Nah. Demikian singkat ceritanya. Singkat. Bo'ong kan gue? Emang *preet*

Beberapa taun kemudian, tepatnya akhir-akhir ini, di Twitter sedang heboh2nya hastag #IndonesiaTanpaFPI. Kalau ngga salah tgl 14 Feb 2012 kemarin, para anti-FPI melakukan aksi damai di Bundaran HI untuk menuntut pembubaran FPI karena ormas tersebut diduga kuat lebih mengacu pada tindakan anarkis ketimbang membela Islam.

Anyway, setelah demo Anti-FPI tersebut, socmed Twitter tiba2 dipenuhi dengan hastag #IndonesiaTanpaJIL. Entah siapa penggagas pertama, tebakan gue sih Gus Hafidz (@hafidz_ary), secara doi dari awal kemunculannya di Twitter udah berkoar2 tentang kesesatan JIL & di bio-nya dengan singkat dia menjelaskan, "Sederhana saja. Saya anti JIL". Wuih, Iwed bukan kepalang senengnya liat ada hastag ini *nari pake pom-pom*. Terserah mau dibilang ini sebagai jawaban hastag #IndonesiaTanpaFPI atau ngga, yang tadinya cuma bisa benci JIL secara diam2 akhirnya satu persatu bermunculan. Dan Subhanallah, BANYAK! Amazingly, banyak pemuda2 pengguna Twitter yang tidak ditunggangi parpol / ormas Islam manapun. Mereka hanya pelajar, atau hanya musisi, atau hanya dosen, atau hanya pegawai biasa tanpa embel2 "Ustadz" atau "Gus" apalagi "Kyai", tapi mereka dengan lantangnya menentang pemikiran2 busuk JIL.

Dalam waktu kurang dari sebulan, hastag #IndonesiaTanpaJIL makin membanjiri Twitter, bahkan bisa dibilang menyapu gelombang #IndonesiaTanpaFPI. Apalagi ditambah sejak Fauzi Baadilla (@fauzibaadilla) & Akmal Sjafril (@malakmalakmal) berdiri di baris terdepan dengan Hafidz Ary melantangkan seruan Anti-JIL, semakin banjirlah dukungan datang. Subhanallah... Allah tidak pernah tidur ya, kawan? *Emang elo Wed molor mulu kedemenannye?* *lanjut!*

Melihat antusiasme Tweeps dalam mendukung gerakan anti-JIL, teman2 pelopor akhirnya sepakat untuk ikut Aksi Damai Menentang Liberal yang diusung FUI (Forum Umat Islam) *FUI ya bray, bukan FPI! Jangan percaya media, kentutin aje!*. Kalau FUI kasih nama aksinya "Aksi Apel Siaga Umat Islam Indonesia" yang mengangkat topik utama menentang JIL, baru kemudian menyuarakan juga penentangan Ahmadiyah & kenaikan harga BBM. Aksi dilaksanakan tgl 9 Maret 2012 kemarin, katanya sih bertepatan dengan Ultah JIL yang kesekian *tau dah yang keberapa, ga penting juga* mulai dari Bundaran HI, lalu longmarch menuju Monas.

Siapa yang hadir? Semua! Gue saksi hidup! Dari mulai FUI, FPI, ormas2 Islam lain, Ibu2, anak2, santri2, anak2 SMA, Artis *bedakan artist & celebrity yaa!*, musisi sampe anak2 metal juga nongol disini. Ribuan, pe.. yang dateng. Saya ulangi, RIBUAN! Aksi berlangsung damai. Fauzi Baadilla, Bounty Purgatory [@bontuit], Ombat Tengkorak [@abuskull], Akmal Sjafril & Hafidz Ary bahkan ikut andil ber-orasi didepan para peserta aksi.

Trus, kalo heboh gitu... Kok di media kaga heboh ya, Pe?

Nah kan tadi gue bilang, medianya pada kaga punya biji, eh.. Nyali buat ngeliput aksi yang sebenarnya berkali-kali lipat lebih ramai & terkonsep daripada aksi #IndonesiaTanpaFPI ini. Apakah media ada dibalik ketek tokoh2 JIL? Mari tebak sendiri *tepuk tangan buat keadilan!*

Apakah kami gentar dengan ketidakadilan media ini? Tentu tidaaak sodara-sodaraaa! Kami makin getoool, segetol Jupe pengen dikawinin sama Gaston! Media mainstream ngga mau liput atau liputannya dilencengkan dari kebenarannya? Ngga masyalaaaah! Kita pake media Indie + socmed. Kita masih membanjiri hastag, kita banjiri Youtube dengan video2 gerakan kita. Pokoknya kado ultahnya JIL kemaren dari kita berkesan beud daaah! *Ulil pasti terharu deh, sungguh. Gue yakin Guntur Romli, NengNong sama Asu-Kanie juga bahagia...* 

Ngga ngga. Ini serius pe. Jangan nyengir luh! *melotot*

"Kenapa sih repot2 ngerusuhin JIL? JIL sendiri ngga pernah berbuat anarkis sama muslim lain?"
"Paling ngga JIL berdakwah lewat diskusi bukan lewat kekerasan!"
"Orang yang ngga suka JIL adalah orang2 tolol yang ngga mau berkembang"
"JIL itu toleransi beragamanya tinggi. Justru yang semacam ini harus didukung. Ini kan negara Demokrasi!"

Bagi yang suka twitwar sama pendukung JIL *termasuk gue, hehehe*, pasti udah kenyang banget sama model pembelaan & justifikasi kaya gini. Toleransi. Anti kekerasan. And the braaa and the breee... *kentut berentet*.

Okeh. Kenapa ya? JIL kan tidak pake kekerasan?
Memang tidak. Tapi JIL justru lebih licik & busuk karena "dakwah"nya dengan membisiki "surga" tipuan ke orang2 awam atas nama toleransi. Padahal yang mereka acak2 adalah Kitab Allah. Yang mereka injak2 adalah Allah, Dzat yang mereka anggap Tuhan mereka juga! Efeknya bukan fisik yang lebih temporer, tapi psikis yang lebih permanen. Nah lu itung2 ndiri dah rugian mana.

Okeh.  Jadi orang yang ngga suka JIL adalah orang2 tolol yang ngga mau berkembang?
Dude! EVERYTHING CHANGES EVENTUALLY. Semua pasti berkembang, semengembang perut-perut kalian. Tolok ukur orang berkembang bukan dari apakah mereka membela JIL atau tidak. Bukan dari keyakinan mereka akan Al Qur'an lalu mereka tidak berkembang menerima nilai2 luar. Al Qur'an sendiri adalah sumber ilmu pengetahuan. Apa yang akan terjadi pada kehidupan sampai akhir kiamat, semua sudah tertulis di Al-Qur'an. Itulah kenapa Al-Qur'an disebut sebagai pedoman hidup. Pedoman untuk dicintai Allah SWT, pedoman menuju surga Allah SWT. Bebek2 JIL hanya bisa membebek dgn istilah "kemungkinan", sedangkan Allah SWT yang Maha Tahu. "Mungkin" itu tidak akan disebut Allah, karena Dia Maha Tahu. Perkembangan apa sih spesifiknya yang #mereka bicarakan? Ilmu Pengetahuan? Pengembangan diri? Or it's all just a bullshit?

Okeh. JIL itu kan toleransi umat beragamanya tinggi. Yang anti-JIL mending pada tinggal aje di Arab sonoh!
Hahaha... Ini pernyataan lebih goblok. Eh, pe... Gue kasih tau ya... Kebanyakan orang Arab itu brengsek! Ya. Brengsek! Apalagi pemerintahnya. Emang siapa yang suka sama Arab? Emang siapa yang mau Indonesia dijadiin negara kaya Arab? Mbok ya kalo ngasih statement dipikir2 dulu, ngga ada kata2 ngeles yang laen? Islam itu bukan agama Arab. Islam itu? Ya agama Allah SWT. Dia tidak pernah menilai hambanya dari masalah dia Arab atau bukan, atau dari dia pakai hukum Arab atau bukan. Amal loe, pe yang diliat. Masalah toleransi itu udah ngga usah ditanya, "Lakum Diinukum Waliyadiin" itu udah menjelaskan bagaimana Muslim harus bersikap kepada yang non-muslim. Untukmu agamamu untukku agamaku. Singkat. Padat. Jelas! Yang masalah buat kita adalah musuh dalam selimut. Ngakunya muslim tapi perkosa ayat2 Allah SWT, meragukan kebesaran Allah SWT, mempertanyakan Rasulullah SAW sebangai Nabi Penutup padahal di Qur'an udah jelas2 dikasih penjelasan. Bebel boy! Udah sombong, bebel pake ngeles lagi. Intinya, yang udah sempurna masih diacak2 atas nama perkembangan intelektualitas. Yang ada di pikiran gue seakan2 mereka mau kasih liat bahwa Allah SWT bisa aja salah! *istighfar* Dan mereka masih mengaku orang ISLAM? Sekarang gue yang nanya, yang 'oon sebenernya sape? :D

Gue emang udah ngga bisa diam lagi soal pemikiran2 JIL ini. Terserah kalo mereka mau buat agama baru dengan Tuhan yang baru & Nabi yang baru *Ulil mungkin mau daftar jadi Nabi Lil? Biar follower tambah banyak? :D* dengan konsepsi agama mereka, tapi jangan jadi pengecut dengan mencatut nama Islam untuk berlindung!

Kata mereka Allah SWT tidak perlu dibela? Ya. Gue setuju, Rabb gue ngga perlu dibela sama manusia lemah kaya kita2. Gue bela agama, Tuhan dan Nabi gue untuk diri gue sendiri. Untuk generasi gue sendiri. Ngga ngerti? Ngga heran... Otak JIL udah disumpel dollar sama rok mini soalnya *tepok pantat, eh.. tangan*

"Perang" pemikiran seperti ini ngga akan pernah selesai memang, sampai hari kiamat. Itu juga udah tertulis di Qur'an. Wong Iblis yang sombong aja udah bilang dia ngga akan berhenti menghasut manusia sampai kiamat tiba kok. Jadi jangan harap juga gue berhenti melawan Iblis sampai Malaikat Izrail melakukan tugasnya di gue.

Gue bakal terus dong ngedukung hastag #IndonesiaTanpaJIL.
Ntar di Twitter di blocked Upil, Romlah, AsuKanie & NengNong loh, Wed!
Tenaaang, kan bisa buat akun anonim. Emang #mereka doang yang bisa buat? *uhuk uhuk, prot!*

(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. [3:11]


Janji Allah tidak pernah bohong. Dan Allah tidak pernah tidur. Awalnya JIL mungkin didiamkan saja. Tapi sekarang udah bukan waktunya untuk diam, kawan. Because...

If you tolerate this. Your children will be next. - Manic Street Preachers

Wassalam
G.


Jalan dr Sevel menuju Bund. HI. Hujan. Adem. Berkah :)






FPI nih yang mowhawk? Wuih, canggih! :D



Cece, Die, Iwed, Bone & Madmor]

Purgatory family [Madmor, Anggy, Die & Bone]



Bebek-bebek bertit... title :D

Deathlust fam supports #IndonesiaTanpaJIL ^^


Seniman2 lagi orasi. Siapa bilang yang ikut aksi cuma FPI? Media? Kentutin ajeee




Surat cinta untuk JIL [mamam!] :P

With Reny ;)




Ini ngga dijual. Tapi kalau mau nyablon sendiri silakan kontak Twitter @TanpaJIL

Kaosnya asik, bukunya bagus!


Neduh dulu ademin hati sambil nunggu hujan reda di Sevel Bund. HI


5 comments:

sofi said...

aku baca blog ini senyam senyum sendiri nih
suka dengan gaya penulisannya yang down to earth tapi ngena, ga ribet penjelasannya gitu mba' iwed :p

Goddess said...

Alhamdulillah kalau ada yang suka. Thanks ya udah luangin waktu buat baca sist. God bless us all ^^

Big Ben Dot said...

keren gan tulisannya, simpel padat dan jelas, langsung ke sasaran, gak kayak bebek JIL yg bahasanya muter2 sok intelek malah bikin cedera otak.. :-)
IndONEsia damai #indonesiatanpaJIL

Iwed Goddess said...

Alhamdulillah... Thanks a lot yaaa... Mencoba menulis santai tanpa bahasa njelimet. Masih lebih mending drpd pake bahasa sok intelek tapi kontennya penistaan agama kaya #bebekJIL itu, hehehe... Thanks for commenting. May Allah SWT bless us all

Anonymous said...

smoga kawan2, sodara2 kita lebih sadar atau mengerti betapa bahaya nya JIL.. dan smoga anak2 JIL sadar, ya klo ngga sadar aja, mudah2an dipanggil cepet deh ama yg di Atas heheheu