Friday, February 11, 2011

LDR, oh... LDR.

Akhir-akhir ini, entah karena pengaruh atau sebab apa, kalau sedang pumping gue susah sekali dapet LDR. Dalam 3 kali sesi pumping selama 10-12 jam berada dikantor, bisa jadi hanya 1-2 sesi gue bisa dapet LDR, itu juga 1 sesi paling 1x LDR. Padahal segala cara-cara baru supaya gue bisa merasa nyaman saat pumping (kecuali terpaksa menerima kenyataan dikantor gue ngga ada nursing room dan harus pumping di rest room) udah gue coba; dari mulai setel musik-musik kesukaan, bawa minuman kopi / teh (hahaha, ya benar! Saya bawa minum ke rest room) sampe nonton film-film fave sambil pumping. Awal-awal percobaan cukup membuat hati gue senang, nyaman dan akhirnya si LDR lancar jaya. Tapi selang beberapa minggu kemudian (dan gue mulai kehabisan space di HD karena kebanyakan downlod album musik & film), kembali si LDR susah didapat.

Kadang gue berpikir mungkin gue butuh suasana baru waktu pumping. Dalam artian tempat baru. Now if you were me, doing breast-pumping three times a day at work for almost a year (it almost defeats the routine of eating and breathing) at the same place every single day! How you must be feeling? Kalo loe ngga bosen, loe pasti seorang alien, atau setidaknya semacam mutant begituh... Karena walau semangat untuk memberikan ASI dan ASIP untuk Little Rayyan ngga pernah berkurang sedikitpun, gue ngga bisa pungkiri bahwa ada saat-saat dimana rutinitas pumping gue ini sangat sangat membuat gue bosan!

Pernah satu hari disaat gue sangat memimpikan untuk bisa mendapatkan LDR saat pumping jauh lebih bergelora daripada gue menginginkan gaji naik 3x lipat, seorang teman nawarin gue main ke apartemennya ngga jauh dari kantor gue. Gue iseng minta ijin buat sekalian pumping di tempat dia. And guess what? Di apartemen temen gue itu gue bisa dapat LDR sampe 3x dalam 1 sesi pumping itu!!! Gue sampe amazed sendiri gue bisa ngerasain 3x LDR sedangkan sebelumnya dapet 1x aja udah sujud sukur.

Pernah terbersit dalam pikiran gue untuk menjadi pioneer pertama yang mengajukan permohonan ke manajemen kantor gue untuk membuatkan ruang yang kecil saja, ngga usah besar banget asal nyaman, yang kemudian bisa kita sebut sebagai nursing room. Bukan apa-apa, gue udah beberapa kali baca di internet kalau terdapat bahaya ASIP bisa terkena virus-virus ngga baik kalau kita pumping di rest room, mengingat itu adalah tempat yang ngga bisa dibilang higienis. Tapi apa daya, cuma itu satu-satunya tempat yang bisa provide some prvacy. Pernah kepikiran apa gue nekad pumping di cubicle gue aja ditutupin pake apron / nursing cover, tapi ruangan gue itu ibarat jalan protokol... Segala macem manusia lewat depan ruangan gue. Se pede-pede nya gue pumping di meja sendiri tapi kalo ada bermacam ekspresi tatapan mata setiap lewat ruangan gue liat gue kebungkus kaen aneh panjang dan tangan terpusat di bagian (maap) toked kan... agak.. males... juga... yaaaaa.... -_________-

Yah, begitulah... Lagi pengen ngeluarin uneg-uneg gue aja. Selama ini temen-temen kantor gue ngeliat gue sebagai seorang ibu yang semangat banget untuk kasih ASI buat Rayyan (kalau kata temen gue "militan ASI", hehehe). But they have no idea how hard it could be, kecuali yang "been-there-done-that", mereka biasanya lebih empati dan pasti ngedukung gue, others? Banyakan ngetawainnya & ngeledeknya daripada ngedukung.

But it's the art of being a mom, isn't it? The ups and downs... Semua pada akhirnya jadi terasa indah dan menyenangkan. Tiap hari pulang bawa oleh-oleh buat anak, kalau udah sampe rumah anak liat kita sambil melet-melet, tanda dia kangen nenen sama kita. Lucunya... priceless!!

Oops! udah jam 10:30, time for the first pumping session. Oh, LDR... datanglah dikau! Please...

~G~

Let down reflex:
An involuntary reflex during breastfeeding which causes the milk to flow freely.
(Taken from here)