Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Monday, March 16, 2015

[Sharing] How I manage my breastmilk


 Assalamu'alaikum daydreamers <3

Haduuuuh gila ya. Gue lama-lama meragukan kemampuan gue nulis blog lagi kalo begini seretnya ide-ide untuk topik apa yang bisa gue posting di blog. Padahal sebenarnya ilhamnya banyak sih dari mana-mana. Kayanya emang masalahnya di gue deh, yang udah moody-an banget buat nulis. Atau salahnya di Instagram dan Path, karena sekarang gue lebih suka update di dua socmed itu. Lebih simple, praktis, gak ribet, hehehe....

Bae'laaaah bae'laaah, masalahnya emang di gue. Gue PEMALAS sejak beranak-pinak. Admit defeat.

Eniwey, topik soal ASI ini emang udah sejak lama pengen gue bahas di blog, since so many of my socmed friends have been asking me of how I manage my breastmilk till I need 2 freezers to store them all. Alhamdulillahi rabbil aalamiin... Puji syukur kepada Allah, hanya karena ijin-Nya ASI gue bisa berlimpah untuk Andri. The opposite story with my first child - Rayyan.

Waktu melahirkan Rayyan, walaupun akhirnya sukses menyusui dia sampai 2 tahun, struggle gue untuk bisa memberikan ASI ke si kriwil sungguh luar biasa. Mulai dari menyerah kepada sufor selama 2 minggu, konsul ke Counselor Laktasi sampe sempet kepikiran untuk cari donor ASI via milis AsiForBaby. Entah karena faktor apa pastinya, tapi setengahnya gue yakin karena ketidaktahuan, emosi yang tidak stabil dan ketidakpercayaan diri. I was a newbie in the jungle called 'motherhood'. Almarhum mama yang walaupun seorang bidan, tapi dulunya bukan militan ASI (yes, gue semasa kecil anak campuran ASI-Sufor), Papa bukan tipe yang ngurus soal begitu-begituan, suami juga masih buta soal per-ASI-an. Jadilah gue berada di lingkungan yang bukan 'keluarga ASI'. Tapi untuk Andri, berbekal pengalaman waktu meng-ASI Rayyan, Alhamdulillah manajemen ASI gue udah jauh lebih baik. Emosi terjaga, kepercayaan diri (dalam memberikan ASI ke anak) stabil dan lingkungan keluarga pun sudah lebih aware akan pentingnya mendukung busui untuk terus konsisten meng-ASI anak mereka sampai 2 tahun.

Let's get back to the main topic. Sebenernya gue gak gape untuk kasih 'pelajaran', 'lesson' atau whatever that name is. Bukan jiwa pengajar, hehehe... Jadi mungkin gue tulis dalam bentuk sharing aja ya, dan silakan teman-teman ambil pelajaran positif yang bisa di adaptasi untuk kelancaran proses meng-ASI nya, baik yang SAHM (Stay At Home Mom) & WM (Working Mom). Menurut gue, baik SAHM dan WM perlu untuk punya stok ASIP. Kalau untuk WM, jelas ya stok ASIP itu wajib hukumnya, karena kan kita bekerja. Tapi untuk SAHM, menyetok ASI juga hukumnya fardhu 'ain (hehehe), karena kan kita gak pernah tahu kondisi kedepannya. Mungkin akan ada saat dimana kita harus meninggalkan bayi kita dalam waktu yang cukup lama misalnya, atau kalau (ketok-ketok meja) kita sakit yang lumayan parah dan perlu perawatan intensif di rumah sakit, otomatis kita gak bisa menyusui anak kita. Nah disitulah stok ASIP berguna, for urgent situation. Jadi salah banget kalo ada yang menganggap SAHM ngga perlu nyetok ASIP. Okay, back to topic!

Dimulai dari hari kedua setelah gue melahirkan Andri. 24 jam setelah operasi caesar kan kita udah diperbolehkan berdiri, jalan, mandi eksetera-eksetera ya. Nah, saat itu gue udah mulai siap sedia botol susu kosong untuk merah ASI. Di dalam tas persiapan labor gue, gue membawa kurang lebih 6 botol untuk stok pertama ASIP gue selama di rumah sakit. Belajar dari pengalaman melahirkan Rayyan yang dimana dia harus di blue light selama 24 jam karena bilirubinnya tinggi dan gue belum ada stok ASIP, akhirnya 24 jam setelah melahirkan Andri gue langsung mulai memerah ASI dirumah sakit - yang untungnya sangat berguna, karena ternyata Andri pun juga harus di blue light selama 24 jam. Selama di blue light kan kita gak boleh menyusui langsung si anak agar proses blue light berjalan dengan efektif, jadi kita harus siap2 perah ASI untuk diberikan ke si baby selama dia di blue light. Yaps, you have to start something to achive something. Goal gue adalah supaya ASI gue berlimpah untuk Andri, dan gue tau gue harus mulai secepatnya untuk bisa achieve itu. Rumus ASI itu sebenarnya simple; produce by demand: Means the more you pump your breastmilk / latch your baby (demand), the more milk will be produced. Dan itu benar adanya, terbukti sangat-sangat efektif untuk kasus gue. Terhitung sejak pertama gue melahirkan sampai detik ini, gue selalu memerah ASI setiap 3 - 4 jam sekali. Sangat jarang kedodoran sampai jeda lebih dari 4 jam, kecuali ada kondisi-kondisi tertentu.



Semua pasti awalnya sulit, I know. I've been there. Susah sekali me-manage untuk bisa memerah setiap 4 jam sekali berbarengan dengan menyusui langsung si anak. Hey, it's not impossible, though. Selama kemauan kita kuat. Rahasianya adalah, dalam sehari gue menyusui Andri di 1 payudara, sedangkan payudara lain khusus untuk diperah. Keesokan harinya gantian, payudara yang sebelumnya untuk memerah berganti untuk disusui. Begitu seterusnya, sampe sekarang. Banyak mommies yang bilang bayi cowo & cewe beda, bayi cowo biasanya minum ASI lebih banyak dari bayi cewe. Somehow, gue setuju dengan ini, walau gue gak bisa menjelaskan secara logis kenapa begitu. Biasanya gue akan selalu keluar dengan statement, "Well, boys like boobies ever since they were born, till they die.", lol! Bener toh gue? hehehe... Eniwey, gue setuju dengan anggapan bahwa baby boy menyusu lebih banyak daripada baby girl karena gue sudah pernah menyusui both sexes. Dan memang Rayyan menyusu lebih kenceng daripada Andri, satu hal juga yang buat manajemen ASI gue ke Rayyan berantakan. Tapi masih bisa di akali kok.

Kayanya gue harus write down "tips and tricks" menyusui-memerah ini supaya lebih gampang dimengerti deh. I don't know if I can do it, but here we go!

  • Menyusuilah kapanpun si baby memintanya dan berhentilah kapanpun si baby kenyang. Jangan pernah memberikan jam-jam khusus untuk menyusui si baby! Satu, itu bisa memicu baby dehidrasi / kekurangan gizi / mudah rewel / tidur ngga nyenyak, yang kedua juga membuat kelenjar-kelenjar penghasil ASI di badan jadi 'malas' produksi susu lagi. Ingat selalu ya rumus ASI kita tadi: produce by demand. Jangan pernah takut ASI kita akan habis! Allah selalu tahu yang Dia lakukan pada ciptaan-Nya. ASI adalah ciptaan-Nya, dan di Qur'an pun sudah ada surat yang ditafsirkan bahwa Ibu harus menyusui anaknya sampai maksimal 2 tahun. Jadi ASI kita (pasti) cukup untuk 2 tahun, Mommies. HE knows what HE'S doing... Don't be afraid, be confident!
  • Dalam sehari, menyusuilah anak di satu payudara (misalnya kanan), dan perah ASI di payudara yang satu lagi (misalnya kiri). Esok harinya gantian, menyusu di PD (payudara) kiri, perah ASI di PD kanan. Begitu terus dan lakukan secara konsisten. Kalau perlu pasang alarm setiap 4 jam sekali - seperti gue, walau tengah malam buta pun gue bela-belain bangun untuk perah ASI. I know it's hard, but it's the art of being a mother, yang suatu hari saat mengenangnya kita akan merasa bangga. It works for me, it might work for you too ^^
  • Kalau seandainya si baby belum puas menyusu di 1 PD (misal: kanan), susui dia di PD yang lain (kiri). Tidak apa-apa kok, tapiiii setelah menyusu tetap di perah ya (PD kirinya). Habiskan sisa-sisa ASI yang ada didalamnya. Setelah itu hitung lagi 4 jam sebelum kita perah lagi. Si baby kembali menyusu di PD kanan (yang pasti sudah terisi ASI lagi).
  • Jangan pernah hitung-hitungan kita dapat berapa ml sekali perah, apalagi membanding-bandingkan dengan busui lain. Satu (mungkin satu-satunya) hal negatif yang gue lihat di milis-milis ASI adalah kadang busui-busui yang ASInya banyak suka 'pamer' berapa banyak ASIP yang mereka dapat untuk sekali perah. Sebenarnya sih gak apa-apa juga, mungkin hal tersebut bisa boost up kepercayaan diri mereka kedepannya. Tapi harus hati-hati juga ya untuk tidak menyinggung atau memerosotkan kepercayaan diri busui lain yang ASI nya belum sebanyak / selancar mereka. Saling memberikan semangat itu yang paling baik deh menurut gue. Jangan jadi busui yang judgmental terhadap busui lain yang ASInya masih seret, masih belum bisa memanage ASIP mereka, etc. Karena keberhasilan menyusui itu 70% nya karena kepercayaan diri dan rasa nyaman dengan lingkungan. Sisanya baru sistem metabolisme tubuh masing-masing.
  • Percaya diri. Selalu ingatkan diri kita sendiri bahwa breastfeeding is a natural thing to every woman. Sama naturalnya dengan hamil & melahirkan. Sesuatu yang pasti bisa kita lakukan. Anggap saja iklan-iklan sufor itu sampah, jangan pernah tergoda ya moms. Good things take time & energy. Gak selamanya yang instan itu enak, kecuali I*domie goreng :D
  • Water intake. water intake and water intake! Sehari, gue bisa menghabiskan 4 - 5 liter air. Yes, sejatinya gue emang freak dengan air putih. Jadi hayooo mommies yang sebelumnya gak doyan minum air putih, sekarang harus giat. Trust me, it helps a lot Sayuran hijau & kacang-kacangan juga membantu. Gue pribadi lebih suka bayam & bok choy daripada katuk, apapun itu selama namanya sayuran hijau pasti membantu. Gue kurang suka kacang-kacangan, jadi biasanya gue beli kacang almond / kacang hijau aja buat cemilan. Oh iya, wheat juga bagus.
  • Untuk suplemen / minuman / makanan penambah ASI macam pil, herbal tea, fenugreek sampe yeast, sebenernya kalo untuk gue sih gak ngaruh ya. Jaman menyusui Rayyan gue udah beli Mol*cco & fenugreek tea tapi gak ngefek apa-apa tuh. Tapiiiii, kalau memang dengan mengonsumsi merk-merk tersebut bisa memberikan sugesti yang mampu meningkatkan kepercayaan diri mommies, sok atuh di konsumsi. Errr.. Gue kurang menyarankan yeast ya tapi, itu ragi soalnya. Kalau dari sudut pandang Islam kan kayanya ngga disarankan ya mengonsumsi ragi apalagi dalam jumlah yang banyak.
  • Kalau berada di lingkungan keluarga yang buta soal per-ASI-an, segeralah lakukan sesuatu. Yang gue lakukan waktu itu adalah ikut milis ASI (ASI For Baby) dan print semua artikel-artikel tentang ASI dan gue minta suami, mama-papa sampe nanny untuk baca. At least kalo mereka ngga baca semuanya, kita yang harus bawel infoin seputar laktasi ke mereka, minimal sampai mereka paham bahwa ASI itu sifatnya natural, bahwa semua Ibu pasti bisa menyusui selama didukung keluarga dan gak boleh gampang menyerang dengan yang namanya sufor. Jadikan keluarga kalian keluarga ASI.
  • Minta dukungan suami, salah satunya dengan membelikan / menyewakan kita freezer khusus penyimpan ASI & wadahnya. Freezer ASI ada 2 jenis, yang satu freezer normal (seperti kulkas biasa, hanya khusus untuk freezer), yang 1 lagi deep freezer (yang biasanya di mini market buat menyimpan ice cream / nugget dkk-nya). Kebetulan gue punya 22nya, yang 1 gue beli second dari temen, yang 1 sewa disini (100 ribu saja per/bulan. Listrik cuma 100-120 watt). Untuk wadah menyimpan ASI ada 2; botol kaca UC & plastik ASI (khusus buat gue ada 3, satu lagi plastik polietilen (plastik gula) yang bahannya tebal & bagus. Tahan kok buat di suhu below 0' C). Masing-masing wadah ada kelebihan & kekurangannya. Botol: Kelebihannya bisa dipakai berulang kali. Harganya relatif terjangkau (kalo botol baru per/box nya bisa 60ribu isi 8-12. Kalau botol rekondisi lebih murah, per/botol cuma sekitar 3000-an), kelemahannya: Makan space agak boros di freezer & kalau kepenuhan isinya, biasanya ASIPnya bakal memuai terus botolnya pecah. Plastik ASI: Kelebihannya gak makan space banyak, harga perbungkusnya lebih murah daripada botol UC yang baru (Merk Natur antara 36 - 40ribu isi 30. Merk Gabag kurang lebih harganya sama), kelemahannya lebih gampang bocor kalau kondisi plastiknya gak bagus dan cuma bisa sekali pakai.
(Kiri) Deep freezer yang gue sewa, (Kanan) freezer ASI yang gue beli
  • ASI lebih baik diperah pakai tangan melalui teknik marmet (Googling it, please). Kalau belum bisa, belajar! Seriously, breast pump itu kurang baik kalau dipakai terus-terusan di PD kita. Kalau dengan teknik marmet, yang kita pencet adalah aerola PD (bagian coklat di sekitar nipple), tempat si ASI berkumpul. Kalau breast pump menarik nipple, udah sakit, gak bagus juga karena lebih berpotensi bikin nipple luka, lecet dan breast pump tidak bisa sepenuhnya mengosongkan PD. Coba di tes, setelah perah pakai breast pump dan ASInya (sepertinya) gak keluar lagi, coba pencet aerola pakai jari. Dijamin ASI-nya masih keluar. Teknik marmet menjamin kita bisa kosongin PD kita, dan balik lagi ke rumus awal. Saat si kelenjar penghasil ASI 'tahu' bahwa kita 'membutuhkan' banyak ASI sampai bisa ngosongin PD, mereka akan mulai bekerja menghasilkan sebanyak yang kita ambil. Something you will hardly get if you use breastpump.
  • Posisi latch on si bayi berperan penting bagi keberlangsungan menyusui. Biasanya, luka & lecet di nipple itu sebagian besar adalah efek dari posisi latch on yang salah. Posisi latch on yang benar adalah dagu bayi menempel ke PD, bibir atas dan bibir bawah bayi ada diluar (ngga mendelep didalam), dan si bayi menghisap aerola PD kita, bukan puting! (see the pic below)
  • Pergi kemanapun, selalu bawa apron / nursing cover, cooler bag dengan ice bag yang beku & minimal 2 botol kosong untuk memerah. Stay consistent.
  • Pilih tempat yang nyaman untuk memerah ASI. Ini lagi nih sebab kesusahan gue kasih ASI ke Rayyan. Jaman gue menyusui Rayyan, kantor gue belum menyediakan nursery room. Jadi gue terpaksa (dengan berat hati) pumping di rest room! Yes, can you imagine that? Preparing my baby's meals in the place where people throw 'garbage'. But I had no choice (and no room), so I pumped my milk there for two fucking years (Maaf ya Rayyan, hiks..). But the next time, I protested to the HR staff, telling that every working mother deserves a decent place for them to pump their breastmilk, so we got one - finally. A small meeting room was transformed to be a nursery room. Alhamdulillah... And you deserve it too, Mommies. If you still pump your milk in the improper place, send your complain letter to konseling@aimi-asi.org, they can help you sending request letter to the HR Dept in your office to facilitate all breastfeeding moms a proper, clean private room for them to pump their milk, attached with some law docs regarding the mommies' rights to breastfeed / pump their milk in between working hours. Harus berani, karena itu hak kita!
  • Apalagi yaaa... Aduh, udah buntu :D
Yah, segitu dulu deh ya sharingnya. Masih belum nemu poin penting apalagi yang mau di share, kayanya poin-poin diatas sih udah cukup lengkap ya. Semoga bermanfaat, terutama buat memantapkan niat dalam memberikan ASI ke anak-anak kita. ASI terbukti adalah susu yang paling cocok buat anak kita, bahkan anak dengan keluhan alergi. Ibu yang menyusui lebih terlindungi dari bahaya kanker payudara, anak yang diberikan ASI lebih memiliki imune yang kuat dari berbagai penyakit, dan yang jelas ASI itu gratis dari Allah! Hari gini ya choy, liat price tag di sufor kalengan tuh kayanya pengen nyanyi lagunya Cita Citata sambil nepuk2 dompet gak sih? *saaakitnya tuh disini, didalam dompetku*

Kalau ada pertanyaan, do not hesitate to leave comments below. Oh iya just FYI, sebulan lagi Andri sudah setahun, sedangkan stok ASIP dia masih 2 freezer (Alhamdulillah). Beberapa kali ada teman yang butuh donor ASI tapi anaknya baby boy, terpaksa gue tolak. Kan sesuai ketentuan di agama Islam, harus hati2 sekali kalau mau jadi Ibu sesusuan. Dilihat dulu siapa anak yang mau disusui, agama & jenis kelaminnya. Kalau untuk baby girl muslim & butuh donor ASI, silakan kontak gue ya. Insya Allah masih ada lebihan ASIP yang bisa gue donorkan buat babygirl muslim yang membutuhkan.

Gotta go now. It feels so good to share something with you guys, esp. in the motherhood thingy. Mungkin next sharing gue bakal bicara tentang how to defrost your breastmilk freezer! Sounds okay, rite? ;)

Have a nice Monday, mommies! Bye.

G.

Tuesday, March 18, 2014

[Writing] 200gr

#TheLittleOne 31-32 weeks ^^
Assalamu'alaikuuuum ^____^

Ituu diatas ituuu, iyaaa itu calon anak keduakuuuu, hehehe...

Excited, deg-degan, sedikit khawatir (tapi banyak senengnya sih) nunggu kurang lebih 8 minggu lagi sampe si debay lahir. Kenapa khawatir? Iya, karena waktu check-up terakhir gue ke obgyn, si dokter bilang bahwa si debay yang seharusnya BB normalnya udah menginjak 1,7 kg, ternyata masih 1,5 kg.

In other meaning, #TheLittleOne masih harus ngejar 200 gram lagi dalam waktu yang singkat. *sobs*

Sebenernya overall ngga ada yang perlu gue khawatirkan banget sih. Naik turun BB-nya debay masih dalam batas normal kata obgyn gue. Tapi meneliti dari eating pattern gue selama masa kehamilan ini, si obgyn merasa perlu kasih gue beberapa suplemen tambahan, menu makan khusus + susu khusus penambah BB debay. Sebenernya gue sih udah bisa makan normal ya, si mual-muntah dahsyat yang pernah gue alamin di trimester pertama kehamilan gue udah ngga ada lagi. Masih sih sesekali gue muntah kalo makan makanan yang ternyata gak disukain si debay atau makan terlalu banyak. Tapi itu udah jarang banget. Selama trimester kedua cuma sekali dan masuk  trimester ketiga juga baru sekali muntahnya.

Back to the eating pattern, iya jadi nafsu makan gue udah balik normal sebenarnya. But that's it, normal. Maksudnya normal disini adalah nafsu makan normal gue non-hamil. Itu berarti sarapan gak suka pake nasi (pake nasi kalo udah kelaparan kelas kakap), dari pagi ke siang cuma ngemil sekunyah-dua kunyah biskuit. Makan siang biasa, nasi porsi 1/2 (lebih dari setengah biasanya muntah), dari siang ke sore ngopi, minum susu (sanggupnya juga susu kedelai - which is lemaknya lebih rendah daripada full cream milk / susu hamil) dan ngemil buah apel / pisang. makan malem nasinya lebih sedikit lagi dari 1/2 porsi. Minum susu hamil kalo masih ngerasa kuat nampung aja perutnya. Kalo gak kuat ya gak gue minum (bandel! hihihi). That's it. Ini sih sama aja kaya nafsu makan gue sehari-hari waktu ngga hamil. Ngga ada perubahan apa-apa kaya normalnya bumil yang nafsu makannya nyaingin banteng, yang lapar selalu tanpa ba-bi-bu, yang bawaannya pengen ngunyah mulu. Gue sih ngga gitu, malah cenderung maunya treadmill-an, steaming... Hal-hal yang bikin keringetan dan bakar lemak. Jelas sudah si obgyn manyun dan gue kena omel. "No more gym session for you till your labor, lady!". Oh dear... >___<

Tapi setelah dikasih tau kalo BB-nya #TheLittleOne kurang 200gram - berbanding lurus dengan kenaikan BB gue yang cuma 6 kilo sampe usia kehamilan 32 minggu ini - gue emang jadi agak parno. 8 minggu waktu yang sebentar kalo ngga dirasain. Kalo selama sisa waktu itu ngga ada peningkatan mutu makanan gue, kasian si debay kalo BB-nya below standard. Oke, dok. gimme prescription and special menu, I'll eat them all!

Walhasil, check-up terakhir ini gue pulang dengan membawa resep obat yang barisannya lebih panjang. Biasanya vitamin yang dikasih si obgyn cuma 2 jenis, sekarang jadi 4 jenis. Ditambah susu khusus penambah berat badan (macam susu P*diasure-nya versi orang dewasa atau Ev*rton Weight Gain) yang harus gue minum 2x sehari DILUAR susu hamil (Oh boy...). Yang paling berat sih sebenernya menu tambahan gue setiap harinya - like all those additional menu seem never enough - adalah gue harus makan putih telur rebus 2x setiap harinya.

....................... *mata melotot mulut menganga dalam ekspresi kengerian*

Gue sih suka ya telor dan segala menu yang ada telornya. Apalagi telor 1/2 mateng pake lada banyak sama garem, hadoohh... favorit banget deh! Cuma trus ngga juga makan putih telor rebus 2x setiap hari juga sih... Gile, lama-lama berat banget menuhin kewajiban yang satu ini. Eneg coy ngadepin putih telor muluk...

Salut saya untuk Anda-Anda sekalian wahai Ade Rai, Agung Hercules dan Agnes Monica...
*Dan semua namanya dimulai dari abjad yang sama (penemuan ngga penting)*

But for the sake of my fetus, I take the challenge! Gue combine putih telornya ke dalam sarapan gue, makan siang atau makan malam. Mentok-mentok ide, putih telornya gue gadoin sama sambel terasi... tok! Chilli saves my appetite, big time! Gue gitu lho, Padang murtad yang berlidah Padang sejati :D

Kunci penting lainnya sih asal gue ngga stress aja, ngga gampang parnoan - in which I quite have an issue on this. Waktu hamil Rayyan, mood swing gue cincay, tapi hamil yang sekarang... khan maen. Keliatannya mungkin ceria-ceria aja diluar, tapi gue sebenernya jadi perasa banget terutama menginjak trimester ketiga. I try and am still trying to press down the mood swing. So far (keliatannya sih ya) berhasil, walau hasilnya adalah gue jadi lebih diem dari biasanya. Soalnya kalo beneran dikeluarin, gue bisa nangis tiba-tiba setiap saat, atau marah-marah ngga jelas. Yang kaya gitu malah ngebingungin orang lain yang (misalnya) liat gue nangis atau tetiba kena semprotan gue - dan gue sendiri gak akan bisa ngejelasin dengan bener penyebab gue begitu, karena gue sendiri juga gak tau penyebabnya apa. Ya kalo yang kena omel gue itu paham perubahan hormon bumil, kalo ngga paham? Yang ada gue di cap orang stress, hehehe... So I'd better press the emotion down by being in a silence. Ngeluarin emosinya entar pas sendirian di musholla kantor, habis shalat, waktu dzikir dan berdo'a. Itu udah paling tokcer dan victimless dah :p

Eniweeey, wish me luck yaa! 8 more weeks, duuude! Hohoho... Still, I and hubby have not found name candidates for #TheLittleOne yet. Any name suggestion, peeps? It's a "she", insyaa Allah ^^

G.

PS: I just uploaded new cover song to my Soundcloud page. A spontaneous recording during karaoke session I had with my besties at work, LOL.

Tuesday, February 11, 2014

[Writing] Braxton hicks?



Assalamu'alaikum blog readers,

Pengen cerita. Tapi lagi ngga mood pake bahasa bule-bulean. So here we go (Lah, barusan gue nulis bahasa apa dah?)

Jadiii, awal mula cerita (ngga gitu) berguna gue ini dimulai pagi ini. Gue bangun seperti biasa jam 5 dan shalat Subuh. Terbangun dengan agak meringis karena merasa perut mules + sakit + encok di pinggang dan semacamnya lah. Sebenarnya dari malam gue udah ngerasain kaya masuk angin gitu selesai mandi. Tapi gue abaikan karena gue pikir, "Ah wajarlah ya masup angin, mandi malem-malem jam 10, keramas pulak. Trus langsung tidur dengan rambut masih basah awur-awuran (Gue bukan pencinta hair dryer, lebih suka ngeringin rambut secara alami. Besides ngirit listrik juga. I'm an economical type of wife, dude!)". Ternyata sampe Subuh tadi perut masih bermasalah. Habis shalat langsung aja deh gue masak air dan bikin kopi (Tenaang, saya ngopi hanya dua cangkir/hari kok :p) dan nyemil roti, hanya untuk memancing si feses, hehehe. Ternyata perkiraan gue bener, 2x sruput kopi dan perut langsung mules.

Sudah dong yaa tanpa berlama-lama gue ngacir ke WC dan "setor harian". Lalu, apakah masalah selesai setelah itu?

Yah, seperti yang sudah kalian tebak: T3... Tentu Tidak, Teman!

After the bo-to-the-ker, rasa mulas ilang memang. Tapi rasa sakit + nyeri di pinggang masih ninggal, bahkan getting worse. Duduk salah, tiduran apalagi. Miring kiri, miring kanan, terlentang, bahkan nungging gue lakonin... Tapi tetep aje sakit bok.

OK, is this what they call "the braxton hicks contraction"?

Truth be told, di kehamilan pertama gue, gue sama sekali ngga pernah ngerasain apa itu kontraksi - either yang asli maupun yang KW. Rasanya flat. Perut kenceng, flek-flek dikit okelah gue rasain waktu usia kehamilan diatas 37 minggu. But those were all piece of cake. Gue masih sanggup tawaf keliling mall dengan santay merantay. So now I'm totally clueless about this contraction-thingy. Walhasil meringis-meringis (dengan agak parno) aja sambil rebahan dan terus cari posisi nyaman. Laki gue ngeliat dan akhirnya nawarin jasa pijit punggung & pinggang belakang. Dia emang lebih sakti tangannya kalo soal pijat-memijat daripada gue jujur aja, hehehe... Jadi setelah dipijit sakitnya agak ilang. Entah karena emang dia jago mijit atau karena hormon oksitosinnya langsung berasa di gue, hihihi... Yaa sesekali deh dimanja laki sendiri. Biasanya gw acting like a Wonder Woman mulu, khan capek juga yaaa...

Long story short, after got myself a massage and laid down for another minute, akhirnya tu sakit berkurang. Ngga sama sekali ilang loh, karena bahkan sampe detik ini gue masih berasa "ada yang begah-begah ngeganjel" di perut sebelah kanan. Not the baby of course, because it keeps kicking me-tummee from all directions and not just from the right side. Ya semoga aja besok udah normal lagi, jadi gue ngga perlu ngontak obgyn gue. Jujur gue bukan tipe yang apa-apa harus ke dokter, dikit-dikit diperiksa, sebentar-sebentar nanya dokter. Gue lebih suka cool off dulu dan cari info dengan browsing di internet. Kalo mentok solusi, dokter baru jadi andalan final.

Barusan kelar makan siang, di dining room gue juga ngobrol dengan temen-temen cewe gue yang udah jadi mommy. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa sakitnya perut ini memang kemungkinan besar adalah braxton hicks

Tau apa itu toni braxton? Yak, betul... dia adalah penyanyi.

Wkwkwkwk

Bukan, maksud gue braxton hicks. Ya braxton hicks itu bisa dibilang adalah kontraksi palsu - which is bukanlah kontraksi penanda bahwa si baby siap lahir. Kenyataannya justru masih jauh dari proses delivery. Setelah ngubek-ngubek milis hamil, sama seperti cerita kehamilan tiap-tiap Ibu, cerita bagaimana rasanya dan kapan dirasakannya braxton hikcs pada tiap-tiap mommy juga berbeda. Ada yang setelah 37 minggu baru berasa, ada yang dari 20-an minggu udah sering kram perut, bahkan ada yang ngga berasa sama sekali (kaya waktu gue hamil Rayyan dulu). Ada yang rasanya perut berasa kencang, pinggang encok dan selangkangan berasa nyeri, ada yang mules-mules hebat, ada yang kaya masup angin, bahkan sampe ada yang ngga sanggup bangun dari tempat tidur karena bergerak dikit aja perut udah kaya ditusuk-tusuk. Macem-macemlah intinya.

Alhamdulillah yang gue rasain tadi pagi sih ngga sampe begitu-begitu amat, walau ya gue akuin segala posisi ngelonjor kayanya salah aja karena sakitnya ngga ilang. Yang bisa gue lakuin sekarang cuma banyakkin minum air putih, makan buah, sayur dan kayanya rehat nge-gym dulu.

Nge-gym? Yes, nge-gym.

Plis jangan mencak-mencak dulu, Nge-gym versi gue bukan advanced yoga, body combat atau gravity ya. Hanya treadmill (itu pun jalan, ngga lari), sepedaan & stepper. Biasanya 15 menit treadmill jalan, 15 menit stepper / sepedaan, 10 menit angkat beban, heheh.. Yeah well, gue akuin emang masih 'bandel' angkat beban sih. Habis gimana dong? Masa kaki di exercise 30 menit, tapi tangan, bahu dan sekitarnya ngga dapet jatah?

Oiya, dan 10 menit penutup dengan steaming. Baru mandi dan bersih-bersih.

But then again, setelah dipikir-pikir (dan ditambah diomelin Ibu-Ibu se-kecamatan Bakrie & Brothers) kayanya gue emang harus nurunin kadar kebrutalan gue nge-gym deh. Terutama yang angkat beban. Ngga fair buat si jabang baby kalo emaknya tetep ngotot usaha mengubah massa lemak ke massa otot hanya demi jaga berat badan supaya ngga mencelat drastis selama hamil. It's the risk all mom must face lah, nimbun lemak-lemak lucu itu. Mungkin yang gue kurangin harusnya makanan goreng-gorengan & daging merah. Jadi nge-gym nya juga gak perlu brutal-brutal amat. Oh man...

THIS IS SPARTAAA!!

G.

Wednesday, January 08, 2014

[Writing] Forget to usually love the rain.



Assalamu'alaikum wet people in the morning :p

Unlike other mornings, this morning's rain cheered me up with full hope, seizing something I even haven't fully picture it in my head but somehow relieving. Last night I sat in the balcony of my house, staring at the shy raindrops while rhyming the sound of them with some slow tunes I was playing in my Blackberry device. Was thinking some random things, then turned out realizing it's been a while since I got so moved by the rain and sincerely be amazed by it. How the rain usually brought hopes for me through my downfall, though they were only empty cachets. At least I survived from that, and found my way back to move on.

Have I lost that sensation?

Oh, what a big loss =(

G.

PS: While listening to The Corrs - All The Love In The World. Always cry listening to this one. all, ways...

Monday, January 06, 2014

[Writing] Mind battle.



It's distressing to have your mind battles with its own thoughts. It's really power-consuming having an endless mind monologue, when all you really need is a good slumber. Restless is all that's felt. Eyes have closed and the body's system has turned off. Yet, what lies inside the head keeps working like a slave - creating new thoughts that don't help you in recycling insanity in the night. You feel like tapping own forehead as if the brain sensed some protest there and stopped messing around, inside.

When what you seek at night is peace, mind battle never comes as solution ~ neither valium.

Nor keep being awake.

Not a way nor an answer, but let the mind keeps battling within your tiring slumber, till it grows tired and stops by its own. Perhaps when the sun finally rises, you'll have peace in between lights, traffic... and workload.

When finally it gets to 'where'. There, it has finally belonged.

G.

Thursday, January 02, 2014

[Writing] What is up?

Assalamu'alaikum,

Writing again in here feels like coming back to a place called "home" and finding out there are thousands of things need to be cleaned up. This place has been abandoned for quite a time. Having my own real life with family, work & others makes me... well, forget this place I once always laid my teen-type of emotions with all those lame chaotic love and hate stories of my life. It is true, they say... That people can be so creative when they get hurt / wounded by those they care about. But once they're happy (Let's say in my case of happiness - get married, have a son & run a small warm family), the creativity just blows away like a candle that's been blown off by the wind. It seriously is, if you haven't married yet you might not feel what I just wrote.

But anyway, I feel nothing but a huge missing to this lovely page of mine so I decided to write a bit in here. Nothing to write, perhaps just some updates of my life,

Starting from my pregnancy.

In my previous blog post, I proudly informed you readers that I was positively pregnant. Yep! This is my second pregnancy, can't be more excited fo-sho and now it's entering 21st week. Actually the obgyn already has a huge hint on what sex my future child will have, but let's not so keen about it just yet. What matters now is that this womb is always safe and sound, healthy & well-protected. But I must say the truth... My first child is a "he". So, it's not so hard for you to guess what sex I'm hoping my second child to have? LOL. Yes, that's it. Let's pray to Allah, shall we?

AAMIIN...!! :D

Me & Hubby @ Pekan Produk Kreatif Indonesia - Epicentrum Walk, Dec 1st 2013


So what about it, what about my second pregnancy? I believe in the saying that every pregnancy that every mother has is unique. They have their own stories about their pregnancy stages. It is why many mothers sometimes miss the feeling of being pregnant - incl. me. I must say my second pregnancy has been... if I can't say harder, I'd say say chaotic! Hehehe... Yes, chaotic is the best word to describe it. Starting the first week I found out that I was preggo from the pregnancy test, I was quite sure that my mind impulsion to feel the nausea took part a bit. The nausea attacked me almost all day long & I felt this stomach-ache like I wanted to poop more than 3 times per/day. Wow! Never felt this in my first pregnancy, so I got shocked a bit. Always got rest on weekend. Almost had no time socializing or doing my tasks in several movements I'm joining in or even taking my family out just to have dinner / play at the play park. Always played dead on Sat and Sun. I even had this symptom called a "heart burn", a burning sensation from my throat down to my heart then to my gastric every time I drink or eat. It happened due to the high frequency of vomiting so the gastric acid came out along with the vomits. Ladies and gents, it happened until the week 16 and it felt like shit. Period.

Okay now, let's continue with other things.

Work runs well, friendship runs normal - No psychopath attack so far, LOL. What was interesting is probably about my handsome lil Ville Valo-ish son named Rayyan :D He has been circumcised! Yeaaay, finally! Alhamdulillah it ran well from the medical action till the recovery time. He was circumcised on Dec 16th after his final semester test in his school. Actually I was worried to death about how he could face the circumcision - which is undoubtedly very painful after the anesthetic effect has gone. But he once again surprised us - the parents - about how well he could manage his fear over circumcision and the pain. I didn't expect an understandable & pain-proof kinda son either. Moreover, he's still 3. But he managed it pretty well. Being spoiled for a week after the medical action, but then he got back pretty fast when the klamp has been removed from his penis 5 days post-circumcision. Anyway, after in-depth research about the best method, I & hubby decided that he would be circumcised with a smart klamp method. It's a new method that is popular recently, because it doesn't produce much blood and for me the process looked pretty humane! LOL... Well, don't blame a mother for being too worried about their treasure named kids, just don't! :D

Rayyan post-circumcision. Langsung pake celana & memang disarankan begitu. Congrats kiddo :-*


Why did Rayyan circumcised in such a very young age? Yes, we do have reasons for what we've done. It's because Rayyan's penis was having a 'situation' called Phimosis. You might wanna check out what it means on Wiki / Google. But in short, phimosis is a congenital narrowing of the opening of the foreskin so that it cannot be retracted. The effect of ignoring a Phimosis'd penis is an inflammation inside it coz the impurities from the urine settle in and can't be taken out due to the congenital narrowing. So circumcision is the only way out. Thank Allah it's over now. And as much as how funny it might sound to you, now my son has the cutest well-shaped penis ever! Hahahahahaha... Good job anyway, kiddo. Momma's proud of ya ;)

How about the 2 movements I'm joining in since 2 years ago, which are #IndonesiaTanpaJIL and @MariBerhijab?

Still running, Alhamdulillah. Both movements are doing internal committee recasting recently. Due to my pregnancy, my work load, my duty in family & my band - which is now on process of making our 3rd album - I decided to not to be too actively involved in movement programs that require field works. I'll let the tasks to the younger, more vibrant troops to handle it. Working behind the scene is prolly better now, I know my limit ;) The last program that I did with #IndonesiaTanpaJIL was a talkshow about gender & equality in Islam by @HijaberTanpaJIL - a muslimah movement under the name of ITJ. Hopefully those 2 movements can maintain a long lasting existence among the muslim people. More muslims are enlightened by Islam, that's still be our goal. Bismillah :)

 
Committee of Gender Talk Event held by @HijaberTanpaJIL with Mahdavi - Novelist. Coffee Inst, Dec 15th

What else? Oh yeah, about 3 weeks ago I received an award for my 5 years of service to the company I'm working in, Bakrie & Brothers. Alhamdulillah... Actually I should've received the award on January 2012 but there was no award event held last year, so I just received it this year. This month, January 7th, will be my 7th year of working here. Wow, time flies isn't it? Is now the right time for me to "get out of the nest and spread my wings wider"? We'll see ^___^

Me with the award (Pregnancy: 18 weeks)


The last exciting thing I want to share is that me & hubby have our own new "hobby" now, hopefully a profitable hobby (Aamiin...). His new hobby is photography. I'm so proud to see how fast he learns it. It's been his desire deep down inside, I knew it. He's gifted to that. Though I was the one who bought the SLR camera, but he's the one who learns it seriously and takes care of the camera, LOL. Me? Well, my new hobby is still related to the photography world too - a bit. Just wait, prolly will post it in here someday if I have the gut, hehehe...

Some of his works :)


Gotta back to work. You have a nice day aight? I'm out!

Wassalam,
G.


Monday, September 23, 2013

[A story] Another blessing is about to come...

Assalaamu'alaikum blog readers,

Pheww... It feels like forever since the last time I wrote a blog. I'm sorry. I don't know, I feel like my writing ability doesn't come in handy when I sit on my chair, facing pile of documents to do. Sounds like a cheap excuse, huh? Yeea well, couldn't think of any cheesier pick-up line, heheh...

So anyway,

It began about 3 weeks ago, around Sept 3. I've prepared a softex in my bag just in case my period was coming. My period comes in orderly. I have around 23 - 25 days of fertile period. So usually my period always comes earlier every month, can be 5 - 7 days earlier since to the last period in the last month. On August, I had my period on the date 10th, so I should have had another period on Sept 3.

I should have had it.

But I didn't.

That monthly guest didn't come till the date showed at 10th. I started to consider whether I should buy a test pack or just wait for another week. Just be patient for 7 more days, the period might come... or not.

SAYA GALAU.

Considering I still wore those pair of wedges, hi-heels and whatever those varices-inducement footwears named, it scared the hell outta me if I really was pregnant. Could harm the fetus. So I decided to buy the test pack that night on the way home from work. This not-having-period-when-i-should-have-had-it-a-week-ago was quite stressing me out. I wasn't on a baby program because I & husband hadn't talked seriously in a short term about having another baby, although I have stopped my KB monthly injection since a year ago. No, it doesn't mean that we don't wanna add more screeching sound from a baby's mouth in our house anymore, it's just that... No serious talk before, means no plan has made regarding this baby program thing (Though actually I am ready enough to have another baby bump in my tummy ^^).

The night before I tested my urine to a test pack, I dreamt of a two-stripe result on it after plunging it to my urine. Then I woke up in the morning, Sept 11th. Feeling nervous I went to a bathroom, put my morning urine on a little plastic bottle and plunged the test pack into it.

10 seconds... 20, 30...

Oh gosh, it's coming...

40, 50...

If it shows two stripes, I'm gonna run & hug my hubby. If it's not...

60 seconds!

Here was the result...

Wednesday, Sept 11

Yes!! A wiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiide smile, ladies 'n gents.

Alhamdulillah.... Alhamdulillah wa syukurillaah...

Went back to the bedroom, woke up my husband & showed the test pack result.

Bismillah, Rayyan is going to have a sibling..... ^^

Be good there, nak. This nauseous phase is not pretty. But mommy's sure she can handle it. You'll see, pumpkin ^^

The fetus, 6 weeks (Sept 19th)
Btw, I'm trying to regularly check the fetus up in RSIA Tambak, Manggarai. According to many mommies in many motherhood mailing list, this hospital has good reputation in some important things for me:

1. Apply the Early latch-on
2. Breastfeed millitant obgyns, pediatricians, midwives & nurses
3. Apply the R.U.M
4. Apply the rooming-in
5. Does not promote any formula milk to newly moms
6. Affordable cost

Just like what I'm looking for. I hope this hospital is as good as what those moms talk about.

Wassalam,
G.

Tuesday, June 04, 2013

ILY.



Miracle does happen. I realized that I've found my miracle when I held your tiny little body for the first time, watching you cry. I know you're not mine for absolute, I just hope I could be there for you as long as I live. To hear you call "Mommy" every time you feel happy, moreover when you're down. Allah bless you, kiddo

G.