Friday, February 29, 2008

Cheese cake


Thanks AK my man... Cheese cake untuk bikin cemberut gw ilang dan berganti dengan senyuman. The hell with my diet. Udah turun 3 kilo juga dalam waktu seminggu ini, sedikit guilty pleasure ngga apa-apa deh. There's always an exception for all the PMS-ers...

*giggle*

Unprepared for this thoughtful planning


This is really a big steppingstone for me. I'm goin to start it just in the minute-counting later. But even until this very second I'm not sure whether I am ready for it. I'm not sure whether I can face with it and deal with all things whatsoever. This is so embarrassing! I lose before I fight, this is so not me. I think it will be better if I know nothing about the situation that is running there before I'd say "Yes" then have been knowing it for... well, for this long time!!

I'm panic, I'm confused. But there, my tongue already said the agreement coz at that time I didn't see anything except chance, a good one. Before then I realized with what kind of "thing" I will be dealing with... Oh geez I'm getting weaker, or getting afraid. Afraid of change, afraid of challenge, afraid of getting out from my lullabying comfort zone and finally get to know what "real" life is. Oh God I'm not ready, I'm so not ready... I feel like I've been throwing into a chaos war empty-handed and without any tactics.

Breathe... just breathe...

+++Written on Feb 25, 08+++

Pending meeting, bleh...!!


I feel a bit sad right now. Actually I should have been in one stage with my boyfriend last night in a gig called "Metal Divas' Fest", but since the accident in the Braga building, many gigs were cancelled coz the committees didn't get the permission to held their events. Though Metal Divas was finally held last night, unfortunately all bands from outside Jakarta sadly been cancelled to perform there. The sponsor didn't want to take a higher risk than what it should be. So, in short, Sadie was also been cancelled to perform there. I miss Arez so fvckin much, it's been more than 2 months we haven't meet each other yet. And it's just another chance that slips up from us to meet again

So then we were just calling each other and cursed as rude as we want becoz of this unfortunate fate of us *sobs*, but then he promised me that he will come to Jakarta soon and meet me [and my parents maybe? Amin, hohoho...]. I got so exhausted after performing in Tangerang and I soon got back to Harry's car to lay back a bit. On our way home, I got one MMS from him. He sent me his photo with Tantra [his bassist] that very moment when we texts each other.

And oh geez... look how narcissistic he is!! Hahahahaha...
Well, Finally I have a great competitor for my narcissism

Huff... I'm in a very high need right now. And I'm sick
*sniff*

+++written on Feb 24, 08++

~G~

Tuesday, February 26, 2008

Buat elo... Iya elo!!


Loe tuh ya... Jadi orang kok NORAK banget sih? Malu tau ngga sama umur loe!! Loe pikir loe keren gitu ya dengan show off ke orang-orang tentang apa yang terjadi sama elo sekarang? Bangga gitu loe bisa kaya gini sekarang? I don't give any fvckin sh!t ya dengan apa yang loe kerjakan, gw udah dengan rapi nyimpen semua rahasia elo... Semua borok2 elo cuma sampe ke kuping gw, ngga sampe ke mulut gw. Tapi suddenly saat aksi "showing off" loe itu loe bawa2 nama gw!! Hey man, GET REAL dong! Loe pikir gw bangga berurusan sama elo untuk hal NGGA PENTING kaya gitu? Loe berasa hebat gitu ya karena orang-orang jadi berpikir kita berdua jadi punya semacam "urusan pribadi"? Loe pikir itu semua bisa menaikkan nilai "jual" elo di mata orang-orang dengan jadi bahan gosipan ter-hot dan jadi manusia ter-happening saat ini??

Hufff... Gila ya? Gw awalnya berpikir loe orang yang asik, orang yang tau gimana membawa diri. Ternyata loe PARAH man! Parah abiss!! Loe rela merendahkan diri loe sendiri di mata orang2 yang "berpikir" untuk naikkin derajat loe dimata orang2 yang "berotak di dengkul". Gila loe harusnya malu sama pendidikan dan umur yang udah loe capai, man! You should use ur brain, u are a man not a brainless animal!

Puber kedua atau apa sih loe ini???? Memuakkan!!!

~iwed~

Friday, February 22, 2008

My Blueberry Nights [2007]


In Wong Kar Wai's debut English language feature, the internationally acclaimed director takes his audience on a dramatic journey across the distance between heartbreak and a new beginning.

After a rough break-up, Elizabeth (played by songstress Norah Jones in her screen debut) sets out on a journey across America, leaving behind a life of memories, a dream and a soulful new friend -- a café owner (Jude Law) -- all while in search of something to mend her broken heart. Waitressing her way through the country, Elizabeth befriends others whose yearnings are greater than hers, including a troubled cop (David Strathairn) and his estranged wife (Rachel Weisz) and a down-on-her luck gambler (Natalie Portman) with a score to settle.

Through these individuals, Elizabeth witnesses the true depths of loneliness and emptiness, and begins to understand that her own journey is part of a greater exploration within herself.

***

Film ini bisa dibilang agak unik sih, mungkin karena sutradaranya bukan tipe2 "Hollywood" banget, jadi penyajian gambarnya agak different. Gw personally termotivasi film ini karena ada Jude Law dan Natalie Portman [of course!] dan penasaran sama akting perdananya Norah Jones disini. Ternyata itu cewe punya bakat juga jadi aktris, aktingnya ngga kaku.. terlihat natural. Sayangnya doi belum dikasih terlalu banyak dialog disini walau dia yang jadi pemeran utamanya.

Akting Portman - seperti biasa - selalu memuaskan! Playing as a unbeatable gambler yang pinjem duit ke Jones dengan mobil mewahnya yang dipertaruhkan, semua hanya untuk supaya bisa kembali lagi ke meja judi dan menang. Akhirnya Portman dan Jones berpetualang bersama dan mereka jadi deket, sampai akhirnya mereka pisah jalan saat Jones udah berhasil beli mobil sendiri.

Intinya ceritanya sih sebenernya Jones yang terpuruk karena patah hati ingin berubah demi hidupnya sendiri dan kebahagiaannya sendiri, walau awalnya dia ngga tau bagaimana caranya, Maka mulailah dia mengembara cari duit sana sini, mulai belajar dari kejadian2 hidup yang dia hadapi, dan Jude Law dan Natalie Portman adalah sedikit orang yang menyadarkan dia akan arti hidup dan cinta yang sebenarnya.

Not bad, tapi liat gaya penyutradaraan si Wong Kar Wai jadi berasa nonton Kill Bill versi drama percintaan, hahahaha... Aneh sih, tapi asik :p Oiya one more, adegan ciumannya Jones sama Law di menit2 terakhir film bener2 sweet banget, bikin senyum2 sendiri sambil berandai2 kalo kita sendiri yang di cium seperti itu. So romantic. Ngga heran itu yang dijadiin cover film-nya ^__^

Monday, February 18, 2008

Sweeney Todd - The Demon Barber of Fleet Street


Ah gila, film ini te-o-pe-be-ge-te!!!!! Film2 Jhonny Depp emang ngga ada yang mengecewakan, semuanya keren! Tahun ini mungkin film dia yang paling keren!! Nuansa "dark"nya kental banget, dramanya ada, film musikal juga, crime dan suspense-nya sadis abiss... Blood everywhere, once again, always be my favorite movie to watch!

Film ini bercerita tentang seorang baber bernama Benjamin Parker yang tinggal bersama istri dan bayi cantik mereka bernama Joanna di sebuah rumah di Fleet Street. Suatu hari sang istri dan anak diculik dari Parker oleh Judge Turpin dan Parker di asingkan di pulau terpencil untuk bertahun-tahun lamanya

Akhirnya dengan bantuan seorang sailor muda bernama Anthony, Parker bisa kembali ke London untuk membalaskan dendamnya ke Judge dan siapapun yang pernah membantu Judge dalam usaha menculik anak-istrinya dan mengasingkan dia. Tapi dia udah mengganti namanya jadi Sweeney Todd, dalam appearance juga dia yakin dia ngga akan dikenali sebagai si barber bernama Benjamin Parker lagi, karena semuanya udah berubah; mukanya jadi mengurus, matanya menghitam, ngga ada lagi kegembiraan dan ketampanan tersisa dari wajahnya karena tumpukan dendamnya sama si Judge. Dia kembali lagi ke rumahnya yang dulu yang di lantai bawahnya ditempati sebuah pie shop yang terkenal dengan rasanya yang paling mengerikan yang dikelola sama Mrs. Lovett. Mrs. Lovett dengan senang hati menerima kembali si Sweeney dan juga bersedia membantu Sweeney membalaskan dendamnya ke Judge dkk sekaligus mencari lagi anak-istrinya.

Satu persatu korban berjatuhan di tangan Sweeney melalui pisau cukurnya yang selalu tajam terasah. Darah segar mengucur di leher semua orang yang datang berkunjung ke barbershop-nya, dari mulai yang berkaitan dengan Judge sampai yang tidak. Sweeney jadi terobsesi dengan pembunuhan, apalagi sejak si Anthony menggagalkan rencanya membunuh Judge yang udah tinggal sedetik lagi, membuat Sweeney marah bukan kepalang. Akhirnya dia membunuh semua orang tanpa melihat kaitannya dengan Judge, semuanya... kecuali tiap laki2 yang membawa serta anak-istrinya ke barbershop-nya. Anthony sendiri ngga sengaja menggagalkan rencana Sweeney karena dia ingin minta bantuan Sweeney membebaskan Joanna [anak Sweeney] dari jeratan Judge, karena Joanna akan segera dinikahkan paksa, Anthony ngga rela karena dia jatuh cinta sama Joanna yang cantik.

Mrs. Lovett masih membantu Sweeney dalam aksi bunuh membunuhnya. Hal ini menguntungkan Mrs. Lovett, karena mayat2 korban Sweeney akhirnya mampu meningkatkan penjualan pie dagingnya. Dengan cara apa? dengan cara daging2 mayat itu dibuat sebagai isi daging pie-nya [yuck, i knew u would say that! hahaha...], jadi Mrs. Lovett menggiling daging2 mereka di mesin penggilingan yang dia punya dibawah tanah. Sedangkan Sweeney punya alat "peluncur mayat" yang habis dia gorok dari kursi cukurnya langsung kebawah [dungeon] yang kangsung Mrs. Lovett taruh di mesin penggilingan. Pie dagingnya langsung jadi santapan fave orang2 London tanpa mereka tau bahwa bisa jadi itu daging ayah / abang mereka sendiri yang mereka makan. Ngga lama Sweeney dan Mrs. Lovett pun menikah, walaupun ngga pernah sedetikpun Sweeney cinta sama Mrs. Lovett. Wanita yang dia cintai cuma Lucy, istrinya seorang. Dia menikahi Mrs. Lovett hanya supaya wanita ini mau terus bantu dia sampai dendamnya terbalaskan.

Aksi pasangan jahat ini lama2 tercium juga sama Toby [yang akhirnya ikut Mrs. Lovett sejak kabur dari mantan majikannya yang keras]. Toby melihat keanehan ini sejak sengaja dikurung diruang bawah tanah, dia liat ada yang aneh di mesin penggilingan. Setelah diliat lebih dekat ternyata ada jari kaki manusia disitu. Sweeney dan Mrs. Lovett emang berniat mau bunuh Toby juga. Kehebohan terjadi di ruang bawah tanah itu. Kematian yang ngga di duga2 dan tragis. Sweeney, Mrs. Lovett dan Toby di ruang bawah tanah. Anthony mencari Sweeney dan Joanna yang terkurung di barbershop Sweeney dan hampir mati di tangan ayahnya sendiri.

Siapa yang mati dan siapa yang selamat? Endingnya bener2 ngga terduga dan bikin merinding. Percaya atau ngga, gw nonton film ini dari jam10-12 malem, habis itu gw tidur, langsung KEBAWA MIMPI!! Gila film ini emang dark banget, bener2 ngga ada sisi cheerful-nya, bikin keingetan, haunting banget. Tapi aktingnya Jhonny Depp sama Helena Bonham Carter, duh... bener2 deh. 10 jempol deh buat pasangan ini. Film musikal ini lagu2nya juga dark dan enak2 banget! Hebatnya lagu2nya dibawain langsung oleh masing2 aktor, ngga pake dubing. Suara si abang Depp enak juga, Helena juga bagus suaranya.

Worth to watch... Aware aja tapi, habis nonton ini pasti kebayang mulu sama adegan2nya. Satu saran gw; JANGAN TUTUP MATA LOE!!! Mau sesadis apapun scene-nya, tetep di tonton. Kalo ngga gitu, atmosfir horornya ngga akan kena. I'm lost my words lah, pokoknya tonton aja :)

Sydney White


After pledging her late-mother's once dignified sorority, a college freshman aligns herself with seven social outcasts in an attempt to influence change over the school's flawed social hierarchy in this comedy starring Amanda Bynes. College freshman Sydney White (Bynes) has just arrived at Southern Atlantic University ready and eager to pledge her late mother's sorority. Once upon a time this sorority was dignified and respected, but that pristine reputation has been tarnished now that blonde tyrant Rachel (Sara Paxton) has taken over as Student Council President. After surviving the sorority's vigorous pledging process, Syd is quickly banished for daring to question Rachel's regime. Now left with nowhere to go but a condemned house on the edge of Greek Row, the dejected and rejected pledge quickly makes friends with seven of the biggest social outcasts on campus. But while these socially challenged frat boys may not be much to look at, it gradually becomes apparent to Syd that they all have their fare share of admirable qualities - especially love-struck super-geek Tyler (Matt Long). Perhaps if these nerdy frat boys and their new queen could successfully shake up the system by staging a successful takeover of the student government, the could restore the once-proud reputation of this prestigious university and offer a glimmer of hope to campus geeks everywhere!

***

Gw mulai suka sama Amanda Bynes ini. Selain aktingnya oke juga, cantiknya tuh ngga "pasaran". Ngga super cantik juga sih, tapi ga pernah bosen mandangin wajahnya. Udah gitu aslinya ini cewe emang tipe2 tomboy + cuek gitu [fave gw banget!]. Dulu sebelum ini gw suka peran dia di "She's The Man". Di film ini dia berperan jadi cewe tomboy lagi yang berusaha get mingled dengan temen2 cewenya yang tergabung dalam keluarga "Kappa" [dimana almarhum nyokapnya jadi salah satu pendiri Kappa sisterhood ini]. Tapi semenjak Kappa dipegang sama Rachel Witchburn, semua hal di kendalikan dengan "Greek" way, sehingga ngga akan ada kesempatan selain dari pendukung Greek untuk unjuk kebolehan disitu, ngga terkecuali si "Seven Dorks" yang paling dibuang di sekolah itu.

Baru beberapa hari selama Pledging, berulang kali Sydney bikin Rachel kesel; dari mulai gayanya yang "cewe" banget, dideketin sama si Prince [mantannya Rachel] sampe bisa masuk ke daftar "Hottest chick" di situs resmi sekolahnya dan mengancam posisi Rachel yang - as always - unbeatable di nomor 1. Akhirnya pas penobatan Kappa sisterhood, Sydney dengan kejamnya dipermalukan didepan umum dengan di batalkannya keanggotaan dia dari Kappa.

Merasa udah ngecewain nyokap bokapnya, dendam kesumat sama Rachel dan ingin merubah sistem birokrasi sekolah yang dia anggap udah parah gara2 metode "Greek"-nya Rachel, Sydney melancarkan aksi menentang Rachel untuk jadi senat sekolah bersama the seven dorks itu. Dari mulai kampanye, melakukan pendekatan dengan clique2 yang "terabaikan" di sekolah sampe manas2in Rachel dengan nge-date sama Prince.

Film ini sebenarnya predictable banget. Typically tennage movie lah... menjual cerita Cinderella sana-sini namun di "permak" sedemikian rupa jadi kliatannya story baru, padahal sama basinya kaya She's all that, Never been kissed de el el, seorang cewe yang ngga populer di sekolah yang melakukan gebrakan sehingga semua orang kenal sm dia plus mengencani cowo terganteng di sekolah. Sangat biasa, tp yang menarik - sekali lagi - ya si Amanda Bynes ini... cewe ini asik banget menurut gw. Dan gw sangat berharap dia secepatnya lepas dari image "spesialisasi teen movies" dan mulai coba film2 yang lebih serius dan lebih "classy" dari yang ini.

Good Luck, Amanda... :)

Monday, February 11, 2008

A Mighty Heart


On January 23, 2002, Mariane Pearl's world changed forever. Her husband Daniel, South Asia bureau chief for the Wall Street Journal, was researching a story on shoe bomber Richard Reid. The story drew them to Karachi where a go-between had promised access to an elusive source. As Danny left for the meeting, he told Mariane he might be late for dinner. He never returned.

In the face of death, Danny's spirit of defiance and his unflinching belief in the power of journalism led Mariane to write about his disappearance, the intense effort to find him and his eventual murder in her memoir A Mighty Heart: The Brave Life and Death of My Husband Danny Pearl. Six months pregnant when the ordeal began, she was carrying a son that Danny hoped to name Adam. She wrote the book to introduce Adam to the father he would never meet. Transcending religion, race and nationality, Mariane's courageous desire to rise above the bitterness and hatred that continues to plague this post 9/11 world, serves as the purest expression of the joy of life she and Danny shared.

***

Based on true story.. A tragic story about an American journalist for Wall Street Journal named Daniel Pearl who horribly murdered by a group of terrorists in Karachi, Pakistan. A good husband of - also a journalist - a woman named Mariane Pearl were going to an interview with Richard Reid, related to a bombing incident and he would have the complete information about it. But until late at night Daniel hasn't come home, and Mariane starts to worry about where his presence might be. After days, full of effort from all parties [Pakistan secret agent till the government] to find and bring Daniel home. But unfortunately he cannot be saved, and he was murdered by the terrorists... he was beheaded.

Angelina's roles here are very.. VERY Oscar-worthy. She can speak in France accent perfectly! So much worth to watch.. Touching as well, especially in the end. It shows how danger the work of a journalist really is [my dream job since I were in the junior high, though]. How journalists should have explicit laws about their own safety insurance and guarantee [especially for the news and war reporters and journalists]. This movie educates a lot...

Five stars, err... for me, it's even more :)

Konser maut


Ngga nyangka gedung AACC, di jalan Braga Bandung tempat gw dulu pernah manggung di acara Beauty In Darkness jadi saksi bisu sebuah konser maut yang merenggut 10 nyawa ngga berdosa, hanya untuk nonton konser launching album dari "Beside". Ini cuplikan yang gw dapat dari Kompas.Com:

"Peristiwa terjadi saat konser akan selesai. Menurut Kapolda, pihak panitia membagi-bagikan minuman kepada penonton. "Minuman itu bau spirtus. Lalu ada penonton yang pingsan," ujarnya.

krisna sumargo: Karena melihat ada penonton yang pingsan, petugas kepolisian yang melakukan pengamanan kemudian memberhentikan konser. Lalu pertunjukan pun selesai. Sebagian penonton mencoba keluar gedung tersebut. "Ketika itulah penonton yang pingsan bertambah," lanjut Kapolda.

Ia menegaskan, tidak ada keributan atau kerusuhan di dalam gedung. "Jadi tidak ada perkelahian di dalam gedung. Saat konser semuanya berjalan lancar. Tapi setelah konser selesai ada penonton yang kelihatan lemas. Karena itu kami minta ada visum. Apa penyebabnya, saya belum bisa jawab," jelasnya.

krisna sumargo: Menurutnya, bisa jadi kejadian ini karena di dalam gedung kekurangan oksigen atau juga karena minuman yang diberikan oleh panitia. Namun, ia juga mengakui ada desak-desakan sesama penonton ketika mereka mencoba untuk keluar gedung."

Coba deh, maksudnya apa coba panitia bagi2in minuman di sebuah acara Launching Album? Kecuali kalo emang sponsornya si merk minuman itu sendiri [which sudah pasti ngga akan dikasih izin pihak berwenang saat mereka ngurus perizinan tempat]. Paling ngga penonton dikasih rokok, minuman juga pantesnya air mineral aja [itu juga biasanya disediain sponsor]. Tapi ini bisa sampe nyelundupin minuman ga jelas ke dalam gedung.

Iya gw tau band itu alirannya hardcore lah, punk lah or whatever yang dengan kata lain so-called "musik cadas", tapi apa gara2 itu terus pengamanan bisa diperlonggar seenaknya? Waktu gw manggung disana ngga ada tuh gw liat botol minuman berseliweran dsana. Kalaupun ada penonton yang mabok, mereka emang udah mabok dari sebelum mereka masuk kedalam gedung AACC.

Tragis... Gw sebagai salah satu pencinta musik sedih aja dengernya masih harus ada nyawa terbuang sia2 cuma untuk nonton konser. Padahal ngga peduli mau sekeras atau selembut apapun musik itu, harusnya yang namanya kedisiplinan dan keamanan dan perlindungan ngga boleh dibedakan. Yang nonton Jazz atau yang nonton Metal kan sama-sama manusia juga, punya hidup punya jiwa. Atau mereka menganggap pengagum musik Metal tidak seberharga pengagum musik Jazz atau klasik jadi dengan mudah kita bisa liat perbedaan jauh dari segi keamanan di konser2 musik yang berkaitan ini?

Innaillahi... moga2 kedepannya ngga akan pernah terjadi lagi ya, Amin...

PS: Semoga arwah para korban dapat diterima di sisiNya dan semoga Allah memberikan keuatan bagi keluarga yang ditinggalkan...

~G~

Paling sebel kalau...


Kalo ada satu hal yang ngga enak waktu menempati suatu teritori dalam jangka waktu yang lama, itu adalah saat akhirnya kita harus pindahan. Paliiiing sebel kalo musti nge-pack dan re-packed barang2, apalagi data2 kantor yang ga sedikit kaya gini. Kalo cuma mindahin pantat dari satu kantor ke kantor lain sih gampang, perintilan2 ga jelasnya ini yang bikin dongkol seleher. Belom lagi kalo data2nya ntar ke-switched [moga2 aja sih ngga, coz gw udah kasih label terperinci di tiap kardusnya]. Karena sebelumnya udah berpengalaman nomaden dari satu kosan ke kosan yang lain selama kuliah, harusnya sih udah lebih tahan banting dari segi tenaganya [buat ngangkut2 barang atau dalam bahasa Italy-nya NGULI..]. Mana orang IMS [yang bantu2 pindahan] nya blm dateng lagi. Huff... Denger2 akhir tahun bakal pindah lagi ke Menara Episentrum yang di Pasfes. Nah kalo gitu, ngapain sekarang pindahan lagi coba?? Bused... Sabaaar sabaar, sapa tau bisa bantu program diet gw sekarang, hihihihi...
~G~

Friday, February 01, 2008

Rain Song


And I adore you in every tears you stream down on earth...
And I fancy your move in a perfect divination
And I feel breathless to see how you cleave the grey firmament
Singing a mermish lullabies chantings
When earth be your choir

And I love the way you make me feel
And I'm longing of you when the sun has a spiritless shine
And I tease you in my bed covered in my blanket
With a cup of hot coffee
And a good novel awaits here

When I can't recall anymore how to express my sadness
I see of how you represent it, and all I can do is just stare at you
You are such an understanding thing to adore, rain...

*Tapi betewe, gimana cara gw pulang kerumah yak? Scarra Kuningan terancam banjir ginih, hiks... [Melihat pasrah keluar jendela kantor]